Tampilkan postingan dengan label Karya Guru Pembimbig. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Guru Pembimbig. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 April 2023

Karya Kepala Sekolah Bulan Ke-5

  

Karya Kepala Sekolah

Bulan Ke-5 (1 Maret s.d 31 Maret 2023)


Tujuan Utama


Wahai insan
Suatu hari termenunglah
akan segala coba Sang Ilahi
menguji diri
yang datang berkali-kali

Kau terpuruk sesak
bersuara terserak-serak
bersama getir yang terarak

Meratapi hari
tentang satu yang menurutmu penuh harti
Harta yang tidak lebih dari harti
tapi kau cari sampai hendak mati'

Kau terluka
akan semua yang terenggut paksa

Maka coba bertanya
apakah kau sudah berserah diri dengan sempurna?
Pada kuasanya
yang harusnya menjadi tujuan utama

Karya Guru Pembimbing 3 Bulan Ke-5

 

Karya Guru Pembimbing 3

Bulan Ke-5 (1 Maret s.d 31 Maret 2023)

Lani Mulyani, S.Pd


MENTARI

Hai mentari

Kala kau hadir

Beribu senyum terbit

Hadir menghiasi pagi

Tak terkecuali

Embun menetes membasahi sanubari

Hanya satu pintaku

Tetap hadir di sini

Andaikan waktu terjeda untuk terus menyaksikannya mentari

Menyapa kesunyian

Yang dibuat malam sebelumnya

Mentari..

Suatu yang indah tak terkecuali

Indahnya tuhan

Apakah akan sama dengan masa depan?

Ku harap terus gemilang bercahaya bagai mentari yang tak pernah redup

Hinggaplah dalam pelukku

Mentari yang indah setiap waktu

Kisah indahnya mentari

Tak akan pernah berlalu

Karya Guru Pembimbing 2 Bulan Ke-5

   

Karya Guru Pembimbing 2

Bulan Ke-5 (1 Maret s.d 31 Maret 2023)

Hanifah Munfarijah, S.Pd, Gr

Puisi

💦💦💦💦

TAK ADA

Ku menatap dengan senyum 

Mencoba mengerti 

dan menenangkan diri

agar hati tak terlibat emosi


Ku terdiam

Kala caci terdengar menyalahkan diri

Apalah daya ku ini

Tak ada 


Semua akan seperti pecahan kaca

Jika aku turut berlomba

Mengejar hasrat untuk membalut luka

Melempar kata untuk menutup rasa


Tak ada

Memang seharusnya tak ada

Tapi keadaan selalu mendua

Mencipta emosi dalam nada

Sehingga tak ada lagi kata

Hanya pandangan mata yang kurasa tetap ada


😇😇😇


Karya Guru Pembimbing 1 Bulan Ke-5

   

Karya Guru Pembimbing 1

Bulan Ke-5 (1 Maret  s.d 31 Mret 2023)

Novy Citra Pratiwi, S.Pd

Patahkan Sayap

Luka itu sempat membuat tangisku menderu.
Saat hilang, patahkan satu.
Aku masih termangu, melihat sayap yang kini terasa ngilu.
Berdarah, patah, bisa kuobati dengan waktu.
Tapi hilang, biasanya membuat luka beku.

Kepakkan sayap lagi, katamu.
Jangan pernah hidup dalam beku dan semu.
Hidup tidak hanya untuk menyesal dan bisu.

Mudah berkata begitu.
Karena kamu tidak pernah duduk di sini lagi bersamaku.
Lihat luka kehilanganku karenamu, kenangan yang lalu mengganggu,
Kamu akan tahu semua tidak semudah itu.

Sayapku, patah satu.


Sabtu, 01 April 2023

Karya Kepala Sekolah Bulan Ke-4

 

Karya Kepala Sekolah

Bulan Ke-4 (1 Februari s.d 28 Februari 2023)



SEBUAH KISAH

Oleh : H. Maman Abdurahman, S.Pd.,M.Si


Dipenghujung amanah ini

Ingin ku abdikan hanya karena Mu

Tak sekedar mengakhiri tugas ku

Tapi menjalaninya dengan sungguh 


Bila ku menoleh masa yang telah terlewat

Kadang ku tertunduk mengingatnya penuh seluruh

Kisah itu telah terlewat begitu cepat

Berkelebat dan kadang berhenti di satu alur cerita


Kadang senyum menyertai ingatan ku

Kadang tangis tak terasa juga

Kisah ku …. 

Inilah kisah ku …

Inilah perjalanan ku ….

Inilah ceritaku …

Penuh liku


Kau pun tentunya punya

Sebuah kisah

Sama seperti ku


Karya Kepala Sekolah Bulan Ke 3

 

Karya Kepala Sekolah

Bulan Ke-3 (1 Januari s.d 30 Januari 2023)


 WAKTU 

Oleh : H. Maman Abdurahman, S.Pd.,M.Si



Perjalanan hidup

Akan berlalu dengan sangat cepat 

Seperti kedipan mata

Yang kadang tak terasa


Semua akan penuh hikmah 

Jika kita mampu berserah

Menjalaninya penuh syukur

Sebagai tanda khidmat kepada Sang Pengatur


Waktu kita takkan selamanya

Kisah kita takkan bertahan selamanya

Semua pasti menemui akhir

Waktu dunia kita …


Kala mata memandang langit

Menahan silau cahaya matahari

Apakah kau akan mampu …

Menghalangi waktu menjemput mu ????


Minggu, 26 Februari 2023

Karya Guru Pembimbing 3 Bulan Ke-4

  

Karya Guru Pembimbing 3

Bulan Ke-4 (1 Februari s.d 28 Februari 2023)

Lani Mulyani, S.Pd


Judul: 

Sang Waktu

Berjuta waktu telah kita lalui

Jarak yang kita tempuhpun sudah cukup jauh

Alangkah senangnya kita selalu bersama

Semua ini pasti akan menjadikan sebuah kenangan. 


Sang waktu

Akan selalu mengajarkan kita banyak hal

Sang waktupun selalu berpihak pada kita

Sang waktupun selalu mengajarkan kita arti kesabaran. 


Teruntuk waktu

Kenapa terlalu cepat berlalu? 

Akankah bisa perputar untuk kedua kalinya? 

Agar kita bisa mengulangi waktu yang begitu indah.


Karya Guru Pembimbing 2 Bulan Ke-4

  

Karya Guru Pembimbing 2

Bulan Ke-4 (1 Februari s.d 28 Februari 2023)

Hanifah Munfarijah, S.Pd, Gr


Jenis Karya: Puisi

Judul : 

TANDA TANYA


Tak tertahan

Kadang sulit untuk meraba apa yang dirasa

Sulit menerka apa yang diinginkan 

Selalu saja ada tanda tanya

Tanpa makna


Bukannya aku tak peduli

Ataupun tak mau merubah apa yang telah ada

Tapi akupun tak mengerti

Mengapa seperti itu

Selalu saja ada tanda tanya 

Tanpa jawaban


Kalaupun boleh

Jawaban itu pun ada

Atas tanda tanya

Yang terasa mengukir resah


Kalaupun boleh

Jawaban itu pun ada

Agar aku tak lupa

Dan hilang arah


Agar yang ada

Tak sekedar tanda tanya 




Karya Guru Pembimbing 1 Bulan Ke-4

  

Karya Guru Pembimbing 1

Bulan Ke-4 (1 Februari  s.d 28 Februari 2023)

Novy Citra Pratiwi, S.Pd



Judul : Punggung Paling Kuat Di Dunia

Jenis karya : Puisi

Mungkin sosok kuatnya sudah berubah termakan waktu

Rapuh, kau bisa sentuh genggamannya yang gemetar.

Mungkin punggung kuatnya melemah tertimpa banyak beban

Bungkuk, kau bisa lihat langkahnya yang melengkung.

Dia jarang memelukmu

Mungkin juga tidak pernah mengatakan cinta

Dia jarang menggenggam tanganmu

Mungkin juga tidak pernah menatapmu penuh cinta

Ayah, nama sosok malaikat itu.

Tidak terlihat pengorbanannya, 

tapi percayalah dia menjadi yang paling berdarah untuk memperjuangkan hidupmu.

Tidak terlihat bagaimana keluh kesahnya,

tapi percayalah dia yang memiliki punggung paling kuat di dunia untuk hidupmu.


Senin, 30 Januari 2023

Karya Guru Pembimbing 3 Bulan Ke-3

 

Karya Guru Pembimbing 3

Bulan Ke-3 (1 Januari s.d 30 Januari 2023)

Lani Mulyani, S.Pd


Judul: 

Semangat mulai merapuh

                Awal kata yang tak tau apa itu semangat

                Mulai mengarungi dengan terus mencoba

                Namun keyakinan itu mulai  pudar 

                Harapan pun mulai sirna.


                Tuhan

                Aku tak berdaya

                Aku tak bisa memilih dengan keyakinan yang ada dipikiranku,

                Karena memilih  itu sulit.


                Tuhan...

                kenapa dengan pikiran ini

                Samarkan keinginan yang selalu datang keraguan. 

                Hati selalu menjerit seakan mimpi itu terasa jauh 

                Tuhan berikan selalu petunjuk

                Agar aku bisa memilih yang terbaik

Karya Guru Pembimbing 2 Bulan Ke-3

 

Karya Guru Pembimbing 2

Bulan Ke-3 (1 Januari s.d 30 Januari 2023)

Hanifah Munfarijah, S.Pd, Gr


Jenis Karya: Puisi

Judul : 

RASANYA

Mencoba membuka tirai lewat deras hujan

Tapi tak jua ku lihat pelangi

Bergelut dengan pikiran 

Mencoba mencari jawaban


Ah ...

Rasanya bosan

Mengundang awan tak kunjung datang

Terik ini terasa begitu panjang

Terus menggoda untuk meronta


Mungkin harus kuluapkan

Atau ...

Ku hentakkan kaki saja

Atau ...

Diam saja


Ah ...

Rasanya tak stragis itu

Dikedalaman hati asa ini tetap terpatri

Menunggu mereka untuk berlari

Menjadi diri yang mandiri


💖💪





Karya Guru Pembimbing 1 Bulan Ke-3

 

Karya Guru Pembimbing 1

Bulan Ke-3 (1 Januari  s.d 30 Januari 2023)

Novy Citra Pratiwi, S.Pd



Judul : Segmen Waktu

Jenis karya : Cerpen


Aku selalu mengambil tempat yang jarang terjangkau keramaian. Karena, dengan begitu aku bisa kembali mengenang banyak hal tentangnya dengan begitu baik. Ada selembar kertas yang dia tinggalkan di kenangan hari itu, yang membuatku tersenyum karena ada namaku dalam guratan-guratan tinta yang dia tulis di atasnya.

Pertama kali aku mengenalnya, aku segera menge-capnya sebagai ‘Si Anak Bengal’ yang tidak pernah ingin kusebut namanya. Penampilannya urakan, pakaiannya tidak pernah dan tidak akan rapi sampai Guru BP meneriaki namanya dan menghukumnya. Dia datang sebagai anak baru saat aku berada di sekolah menengah atas, kami berada di kelas yang sama. Aku tidak membencinya, tapi mungkin saja dia sudah menandaiku sebagai musuh di kali pertama pertemuan kami tanpa alasan yang kuketahui.

Dia sudah tujuh kali masuk ruangan BP saat baru bersekolah selama tiga bulan. Dan kebanyakan aku terlibat di dalamnya.

Aku begitu ingat, saat itu panas matahari yang terik tengah menyiram lapangan upacara. Ruang terbuka yang dikelilingi oleh bangunan kelas berbentuk huruf U itu seakan menyala, memberi tahu, atau bahkan mengancam, siapa pun yang menjejaknya, dia akan terbakar. Namun, aku tidak bisa menghindarinya. Aku berlama-lama diam di lapangan upacara untuk menurunkan tasku yang berada jauh di pucuk tiang bendera. Si Anak Bengal yang tidak mau kusebut namanya itu memberi tahu dengan secarik kertas bahwa dia baru saja menggerek tasku menggantikan posisi bendera latihan yang sejak jam istirahat berkibar.

Saat berhasil kuturunkan, dari balkon lantai dua, suara tepuk tangan terdengar. Si Anak Bengal itu bersorak untuk keberhasilanku. Sebagai gantinya, aku mengacungkan kepalan tangan dengan mata melotot, memberi tahu bahwa aku akan mengejarnya untuk memberikan tinju.

Sesaat setelah aku berlari dari lapangan upacara untuk mengejarnya, aku dapati Si Anak Bengal itu tertawa dan kabur dari kejaranku.

Hari berikutnya, aku ingat saat itu hujan turun begitu deras dan aku hanya bisa menunggu reda di bawah naungan kanopi halte sekolah. Sepi, orang-orang sudah menaiki jemputan dan berbagai angkutan umum sementara aku masih menunggu bus yang biasa mengantarku pulang. Namun, tiba-tiba sebuah tarikan di pergelangan tangan membuat tubuhku berbaur dengan air hujan. Si Anak Bengal itu pelakunya, dia tertawa begitu keras melihat wajahku yang panik karena dalam sekejap tubuhku basah kuyup oleh air hujan.

“Semua bukuku basah!” teriakku.

Dia, anak laki-laki itu, segera mengeluarkan jaketnya dari dalam tas dan merungkupkannya ke kepalaku. Setelahnya, dia menarik tanganku, mengajakku ke arah parkiran untuk menemukan motornya yang terparkir di sana. Lalu, "Aku antar pulang,” ujarnya, tanpa meminta persetujuanku.

Setelahnya, aku tidak menemukan keberadaan Si Anak Bengal selama satu minggu di sekolah. Seharusnya hidupku tenang, karena aku tidak lagi menemukan masalah dalam hidupku selama tujuh hari ini. Namun, saat aku sedang berada di salah satu sudut ruangan perpustakaan, tiba-tiba saja seseorang hadir dan duduk di sisiku.

Si Anak Bengal itu lagi, dia datang entah dari mana asalnya, karena sejak tadi aku sibuk menekuri buku yang halamannya tidak kubuka sejak sepuluh menit lalu. “Aku cari-cari kamu,” ujarnya. Tiba-tiba saja dia mengeluarkan sepasang earphone dan menyelipkannya satu di telingaku. Setelah itu, tanpa menunggu responsku, dia bergerak menelungkup, menyimpan wajah di antara dua lengannya yang terlipat.

Ada suara lagu yang mengalun dari earphone di telinga kiriku, berbaur dengan suara air hujan di luar jendela yang kacanya terbuka, angin bertiup, menampakkan Taman Botani sekolah yang kini basah dengan daun yang bergoyang-goyang diterpa angin dan air.

Sejak hari itu, aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi setiap hari, saat datang ke sekolah hal yang pertama kulakukan adalah memeriksa kehadirannya. Dan hari ini, sudah sepuluh hari dia tidak datang ke sekolah sejak kami menghabiskan waktu berjam-jam berdua di perpustakaan untuk melihat air hujan.

Waktu pulang sekolah tiba. Aku berjalan di trotoar setelah melewati gerbang sekolah. Ada tawa dan obrolan yang saling bertumpang tindih, bising, sementara aku mengurung diri dalam duniaku sendiri. Ke mana perginya Si Anak Bengal selama sepuluh hari ini? Kenapa dia tidak datang ke sekolah dan tidak lagi menggangguku?

Lalu, tiba-tiba saja sebuah mobil menepi. Pintunya yang terbuka membuat langkahku terhenti, seorang wanita paruh baya turun dan berjalan ke arahku. Tersenyum. Dia bertanya, “Windry, ya?” Setelahnya, dia mengenalkan diri. Bicara akan banyak hal. Lalu, pergi meninggalkanku bersama selembar kertas yang dia berikan.

Ada kalimat yang dia ucapkan sebelum benar-benar pergi, “Gilang sudah pergi dengan tenang setelah melewati sakit kanker yang menyakitkan. Tapi … terima kasih karena sudah menjadi alasan Gilang bertahan."

Gilang, nama Si Anak Bengal itu, dan wanita paruh baya tadi adalah ibunya.

Aku tertegun, terpaku di antara lalu lalang orang-orang. Tanganku yang gemetar membuka selembar kertas yang kuterima. Di dalamnya, kubaca pelan-pelan.

Gilang’s Notes

TO DO LIST:

1.              Sekolah.

2.              Menjadi anak nakal dan masuk ruang BP.

3.              Menjahili cewek paling pintar di kelas.

4.              Membonceng cewek ketika hujan.

5.              Masuk ke perpustakaan.

6.              Melihat hujan berdua.

7.              Jatuh cinta.

8.              Terima kasih, Windry.

Kututup kertasnya. Empat tahun sudah berlalu. Dulu, sering aku lewati dengan tangisan jika mengingatnya. Namun kali ini … aku tersenyum. Karena ... setiap membaca kertas itu, aku tahu bahwa setiap segmen yang Gilang lewati, aku hadir di dalamnya. Dan akhir dari segmen waktunya, dia jatuh cinta, padaku. 



Selasa, 13 Desember 2022

Karya Guru Pembimbing 2 Bulan Ke-2

  

Karya Guru Pembimbing 2

Bulan Ke-2 

Hanifah Munfarijah, S.Pd, Gr


Jenis Karya: Cerpen

Judul : 

DIALOG HATI

“Percakapan kadang terjadi dengan hati mu, untuk menemukan solusi
Kaupun bercengkarama dengan pikiran mu”

 

Langit sudah mulai mendung, awan-awan hitam tampak menghiasi  membentuk pola gumpalan pekat disertai angin. Akhir-akhir ini cuaca sudah tidak bersahabat. Terkadang terik dipagi hari, berganti dengan guyuran hujan yang cukup deras sampai malam hari.

Aku bergegas menuruni anak tangga yang menuju ruangan ku, tak ingin berlama-lama karena hujan nampaknya akan segera turun. Baru saja aku sampai di mejaku, eh ternyata hujan sudah mulai turun dengan cukup derasnya. Hmmm…sepertinya aku harus sabar menunggu. Yah…sudahlah aku duduk saja dulu menunggu hujan reda.

Alunan suara hujan terdengar cukup jelas, membuat melodinya sendiri, menjadi karakter musik dan menghantarkan ku untuk berpikir, mengingat,  dan merenung sejenak berdialog dengan hati tentang apa yang sedang terjadi.

Kadang bukan sekedar ingin berlari, tapi rasanya ingin pergi tak kembali tanpa menoleh lagi. Tapi apalah daya kenangan itu seakan tak mengizinkan ku pergi seutuhnya, seperti jalan ditempat, perubahan hanya terjadi beberapa saat, yang berbeda hanyalah ritme dan saura hentakannya saja.

Aku menarik napas dalam-dalam, hanya untuk menghempaskannya menghilangkan rasa kesal yang sedari tadi mengungkung kebebasan ku untuk tertawa. Sebal rasanya bila sudah berada diposisi seperti ini, sungguh dilema, selalu serba salah, tetapi sialnya tuntutan itu akulah yang memilihnya dan dengan suka rela akupun menerimanya. Huft…Sudahlah memang harus kujalani walaupun kadang tersa berat.

“Berat ….?”

“Hai apa maksud mu ….?”

“Kalau kau menganggapnya beban, tentu saja semuanya akan sia-sia, semua takkan berubah hanya dengan mengeluh saja. Ayolah jangan menarik diri mu untuk bersembunyi dibalik tirai alasan, karena seribu langkah didepan selalu diawali dari satu langkah pertama, bukankah begitu …?”

Akupun terdiam memikirkan apa yang harus kulakukan untuk langkah selanjutnya. Tentu saja keputusan yang diambil haruslah bermanfaat untuk ku, keluarga ku, dan orang disekitarku. Benar aku tak ingin semuanya sia-sia, berlalu tanpa arti.

“lalu apa yang harus aku lakukan, jalan mana yang harus ku tempuh?”, beribu fatamorgana mengajakku berpikir  keras agar tidak terjebak pada atmosfer ilusi.

“Tak perlu menjadi hebat untuk memulai sesuatu, tetapi beranilah untuk memulai supaya kau tahu seberapa mampu diri mu. Kau takkan tau akhirnya tanpa memulainya”

“Tapi kadang ragu itu datang mendera, benar?”

“Tentu saja”

Keraguan adalah hal wajar yang dirasakan, karena kita tentunya memiliki beberapa pertimbangan dalam melakukan sesuatu, apalagi terhadap hal penting dan menyangkut banyak orang.

Tentu saja, kadang kita akan merasa ragu. Disanalah dibutuhkan kematangan dan kedewasaan berpikir.

“Berpikir …”

Didalam Al-Qur’an sendiri perintah berpikir ini berulang kali ditegaskan  agar terus diamalkan dan diulang-ulang dalam banyak ayat. Seperti QS. Al-Hasyr [59] ayat 2 yang artinya “maka berpikirlah, wahai orang-orang yang berakal budi”. Tak ada salahnya jika merasa ragu karena kita memang perlu berpikir. 😊

Tak terasa dialog ini sudah cukup lama dan panjang,  hujanpun di luar sudah mulai reda. Aku bergegas membereskan perlengkapan kerja ku kedalam tas ransel, sambil sesekali mengecek pesan di whatsapp yang dari tadi belum aku baca. Ah banyak juga pesan yang masuk.

Baiklah hati mari kita awali segala sesuatu dengan niat yang baik, kembali pada tujuan awal yang seharusnya memang menjadi acuan untuk  memberikan manfaat. Takkan ada hasil yang sempurna tanpa pengorbanan yang ikhlas. Manusia hanya berencana, berusaha dan berdo’a meminta segala kebaikan dari sisi-Nya, sedangkan untuk hasil kita kembalikan kepada Sang Pemilik hati.

Hati-hati dengan hati mu….. 😊 😊

 ðŸ’–💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖 


Karya Guru Pembimbing 1 Bulan Ke-2

  

Karya Guru Pembimbing 1

Bulan Ke-1 (16 Oktober s.d 15 November 2022)

Novy Citra Pratiwi, S.Pd



Judul : Wanita yang Kadang Terlupa

Jenis karya : Puisi


Kadang keluhannya hanya berupa lenguhan kecil.

Padahal kau tahu? 

Seharian dia tidak henti menggerakkan seluruh syaraf di tubuhnya untuk kebaikanmu.

Kadang marahnya hanya berupa desahan pelan.

Padahal kau tahu?

Bantahan "Ah" mu membuatnya sedih berkepanjangan.

Keluhnya, marahnya, tidak pernah kau lihat.

Karena dia sengaja menyimpannya sendiri.


Kadang doanya tidak pernah kau dengar.

Padahal kau tahu? 

Setiap malam saat kau terlelap, dia terjaga untuk terus menggumam namamu dalam segala harap baik.

Kadang bahagianya yang sederhana tidak pernah kau sadar.

Padahal kau tahu?

Setiap langkah baikmu adalah doanya yang terkabul dan senyumnya hanya untuk langkahmu itu.

Doanya, harapnya tidak pernah kau tahu.

Karena dia sengaja menyimpannya sendiri.


Karya Kepala Sekolah Bulan Ke-2

  

Karya Kepala Sekolah

Bulan Ke-2 (16 November s.d 15 Desember 2022)

Drs. H. Deni Jamaludin, M.Pd



Jenis Karya : P a n t u n

Judul : P r o fil P ela j a r P a n c a sila

  R a m ain y a p a m e r a n b a t u m ulia 

B a n y a k o r a n g d u d u k b e r sila

 B e r t a k w a d a n b e r a k hla k m ulia

 Itulah profil pelajar pancasila 


Membeli obat abal-abal 

Di toko obat Bapak Kurnia 

Karakter berkebhinekaan glob al 

Jadikan NKRI maju mendunia 


Asyiknya bermain layang-layang 

Permainan milik anak negeri 

Lanjutkan perjuangan nenek mo y a n g 

B e r g o t o n g r o y o n g m e m b a n g u n n e g e ri 


Sudah lama kita bersahabat 

Kini jalan sendiri-sendiri 

Agar jadi bangsa bermartabat 

Miliki pribadi yang mandiri 


Masuk SMK jurusan otomotif 

Membaca buku di bawah lentera 

Jadilah pelajar yang kreatif 

Agar hidupmu sejahtera 


Berteduh di bawah pohon angsana 

Sambil menulis kata puitis 

Agar hidup lebih bijaksana 

Belajarlah bernalar kritis 

                        

Rabu, 09 November 2022

Karya Kepala Sekolah

 

Karya Kepala Sekolah

Bulan Ke-1 (16 Oktober s.d 15 November 2022)

Drs. H. Deni Jamaludin, M.Pd



Jenis Karya : Puisi

Judul :


                         MUNAJAT


Mengecap manisnya munajat

bukanlah tentang nikmat dunia

bukan tentang kesejahteraan yang kasat mata

tapi tentang kelezatan yang tiada tara

bagi ruh dan jiwa


Aku ingin mengecap manisnya munajat

Beribadah, berma'rifat, bertauhid

Bersyukur hanya pada-Nya

Dzat yang maha segala


Mengecap manisnya munajat

di sepertiga malam yang senyap

berharap rahmat dan belas kasih-Nya

adalah sebuah ketenangan jiwa


Karya Guru Pembimbing 3

 

Karya Guru Pembimbing 3

Bulan Ke-1 (16 Oktober s.d 15 November 2022)

Lani Mulyani, S.Pd


Judul: 

Jangan Pernah Menyerah

Ketika cahaya mulai datang

Ratusan rindu mulai bersatu

Menjadikan sebuah harapan

Yang selalu menyemangati dalam kegundahan


Wahai anganku

Marilah bangun

Kejarlah mimpimu

Dikala kebodohan mulai menyelimutimu


Lantunkanlah doamu

Disetiap malammu

Tenggelamkan rasa malasmu

Mari bangkit dalam keterpurukanmu


Doamu akan selalu didengar-Nya

Jangan pernah menyerah

Tekadkan jiwamu

Supaya kelak mimpi itu menjadi nyata

Karya Guru Pembimbing 2

 

Karya Guru Pembimbing 2

Bulan Ke-1 (16 Oktober s.d 15 November 2022)

Hanifah Munfarijah, S.Pd, Gr


Jenis Karya: Puisi

Judul : 


Catatan Harian 

Ada harap yang kadang sirna

Tertiup angin

Berterbangan bersama debu

Ada bingung yang kadang mendera 

Mencipta suasana

Membelenggu rasa bersama sendu

Tak apalah 

Memang terkadang angin goyahkan harap

Tak apalah

Memang terkadang rasa mengikat asa

Bukankah langit tak selamanya gelap

Bukankah udara tak selamaya pengap

Perubahan menyertai langkah

bersama waktu yang enggan terpisah

Tenang saja 

Catatan mu akan selalu ada

Menemanimu merangkai asa

Mengukir cerita

 


 

 

 

 


Karya Kepala Sekolah Bulan Ke-5

   Karya Kepala Sekolah Bulan Ke-5 (1 Maret s.d 31 Maret 2023) Tujuan Utama Wahai insan Suatu hari termenunglah akan segala coba Sang Ilahi ...